Tantangan pembangunan sektor pariwisata di Lombok

Pengarang : Dio Satria Darmawan1 Norma Amelina Ramadhani2 Azizah Lintang Asriningtyas3 Grace Natalia Marpaung, SE., Mgr.4

JurnalPost.com – Pariwisata dinilai sebagai sektor strategis untuk meningkatkan perekonomian negara dan daerah, khususnya di provinsi NTB. Nusa Tenggara Barat memiliki potensi wisata yang didukung oleh letak geografisnya antara lain pegunungan, pantai, dan keanekaragaman hayati. NTB merupakan salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas (DPSP) yang dikembangkan pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan khususnya wisatawan mancanegara. Keindahan wisata Pulau Lombok telah mendapatkan pengakuan internasional dengan meraih penghargaan seperti pada tahun 2015 dan 2016. Pulau Lombok mendapatkan penghargaan sebagai Destinasi Bulan Madu Halal Terbaik dan Destinasi Pariwisata Terbaik Dunia pada Halal Travel Summit & Exhibition.

Perkembangan pariwisata di NTB membawa hasil yang meningkat setiap tahunnya. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan yang terus berdatangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan pada tahun 2012, yakni sebanyak 1.629.122 wisatawan. Pada tahun 2015, sebanyak 2.210.527 wisatawan berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Barat. Wisatawan terdiri dari 1.061.292 wisatawan mancanegara dan 1.149.235 wisatawan nusantara. Meningkatnya jumlah wisatawan asal Nusa Tenggara Barat khususnya Pulau Lombok disebabkan adanya promosi pemerintah daerah melalui program Visit Lombok Sumbawa (VLS 2012).

Pemerintah di setiap kabupaten di Lombok yang semakin digemari wisatawan menyadari pentingnya sarana dan prasarana pendukung untuk meningkatkan kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Bagian penting dari infrastruktur adalah perbaikan jalan yang menghubungkan kawasan wisata.

Mengutip dari YouTube Ric Snt, terpilihnya Lombok sebagai Bali baru bukanlah sesuatu yang tercipta tanpa melihat beberapa potensi, alasan dipilihnya Lombok sebagai Bali baru jelas dari potensi alamnya yang sangat indah mulai dari pantainya yang sangat fenomenal. pulau seperti tiga bendungan (Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air), sabana dan pegunungan yang indah, bahkan salah satu gunung terindah di Indonesia ada di Lombok yaitu Gunung

Rinjani. Selain itu budaya Lombok sangat beragam dan Lombok juga mempunyai kuliner khas unggulan seperti Ayam Taliwang yang sangat terkenal. Bisa dibilang yang di Bali juga ada di Lombok kan?

Bahkan, pemerintah Indonesia juga telah memberikan dana ratusan triliun kepada Lombok untuk menjadi Bali baru, termasuk membangun pelabuhan, pelebaran jalan, dan pengembangan infrastruktur lainnya.

Namun dari sekian banyak kelebihan yang dimiliki Lombok, tidak menutup kemungkinan tempat ini juga mempunyai beberapa kekurangan, akibatnya Lombok belum berkembang seperti Bali, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan.

Pembangunan di Lombok merupakan salah satu daerah pembangunan terbesar di Indonesia, namun masih sulit untuk mendistribusikan pembangunan tersebut secara merata, misalnya di kawasan Gili Trawangan dan Mandalika yang banyak dilakukan pembenahan infrastruktur sehingga mengarah pada event-event tingkat nasional. dan dalam skala global. Beberapa diantaranya adalah MotoGP, MXGP, WSBK dan lain-lain. Semua program tersebut memberikan multiplier effect kepada masyarakat lokal yang perkembangannya sangat maju dan mempunyai banyak peluang pariwisata, namun masih banyak daerah tertinggal di Pulau Lombok. Dibandingkan dengan Pulau Bali yang luas pulaunya lebih besar dari Lombok namun pembangunannya merata, terlihat dari ujung Bali saja, kawasan Uluwatu sudah sangat berkembang dan memiliki potensi wisata yang berkembang. Meski terletak di ujung pulau Bali, itulah sebabnya Bali lebih ditonjolkan dibandingkan Lombok.

Sumber daya manusia (SDM) di Lombok juga masih belum merata. Hal ini terlihat pada masyarakat di daerah yang lebih maju seperti kawasan Gili Trawangan dan Mandalika dimana masyarakat lebih bersedia menerima wisatawan baik wisatawan dalam negeri hingga mancanegara. Namun di beberapa daerah lain yang perkembangannya dinilai tertinggal, petugas perhotelan belum memahami keramahtamahan terhadap wisatawan, sehingga terdapat kesenjangan dalam komunikasi yang dapat menimbulkan hal-hal negatif seperti salah paham dan lain sebagainya.

Faktor lain yang menjadi permasalahan di Lombok adalah permasalahan lingkungan hidup. Perkembangan pariwisata di Lombok telah memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar. Untuk menjamin keberlanjutan sektor pariwisata, permasalahan lingkungan dan dampak sektor pariwisata juga perlu diatasi. Permasalahan seperti pencemaran, kerusakan lingkungan dan hilangnya habitat alami dapat mengancam keberlangsungan pariwisata di Lombok. Upaya harus dilakukan untuk memperbaiki lingkungan dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan

menjadi prioritas dalam upaya mempertahankan sektor pariwisata di Lombok. Oleh karena itu, langkah-langkah yang tepat perlu diambil untuk menjaga keberlanjutan ini. Seperti penerapan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan sampah dan promosi kegiatan pariwisata ramah lingkungan agar pariwisata di Lombok dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan berkelanjutan.

Pemerintah dan berbagai pihak terkait terus berupaya melakukan berbagai inisiatif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang pariwisata di Lombok. Salah satunya dengan meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana di bidang pariwisata di Lombok. Beberapa langkah yang dilakukan adalah peningkatan aksesibilitas jalan, perluasan bandara internasional, serta peningkatan sektor akomodasi dan restoran.

Selain itu, pemerintah juga fokus mempromosikan pariwisata dengan meluncurkan program seperti “Indonesia Indah” dan “Pesona Indonesia” untuk menampilkan potensi pariwisata Lombok kepada wisatawan domestik dan internasional.

Namun tantangan pariwisata Lombok tidak terbatas pada infrastruktur dan promosi. Masalah lingkungan dan sosial juga penting. Kerusakan lingkungan dan pencemaran air laut akibat limbah dan ulah manusia merupakan permasalahan yang serius. Untuk mengatasinya, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama melakukan kampanye kebersihan dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Pulau Lombok mempunyai potensi yang tidak kalah menariknya dengan Bali, namun potensi saja tidak cukup, diperlukan hal-hal pendukung lainnya seperti kerjasama dengan masyarakat, pemerintah dan juga instansi yang terkait dengan sektor pariwisata untuk meningkatkan pengembangan tersebut. . . Tantangan pengembangan pariwisata di Lombok merupakan hal yang lumrah terjadi di industri, upaya bersama antara pemerintah, pihak terkait dan masyarakat akan membantu mengatasi tantangan tersebut dan menjamin keberlanjutan pariwisata Lombok di masa depan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *