Kisah seorang pengawas sekolah yang lolos dari kecelakaan maut di Subang

Minggu, 12 Mei 2024 – 12:09 WIB

depok – Tri, pengawas sekolah Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) Depok, mengaku bersyukur bisa lolos dari kecelakaan maut di Ciater, Jawa Barat. 10 orang yang terdiri dari siswa dan guru tewas dalam kecelakaan ini.

Baca juga:

Hasil sementara pemeriksaan di lokasi kejadian tergulingnya bus rombongan Depok di Ciateri, polisi: tidak ada bekas rem

Tiga orang lolos dari kecelakaan tersebut karena batal mengikuti acara perpisahan siswa XII. kelas di Bandung, Jawa Barat. Sebanyak tiga bus berangkat pada Jumat, 10 Mei. Namun ada satu bus yang mengalami kecelakaan usai meninggalkan Tangkuban Perah.

Sebuah bus wisata terbalik di Ciater, Subang

Sebuah bus wisata terbalik di Ciater, Subang

Baca juga:

Kesaksian Sopir Bus Rombongan Mahasiswa Depok yang Kecelakaan di Ciateri: Remnya Habis

Tri memutuskan untuk tidak bergabung dengan grup tersebut karena mengaku masih harus mengurus dirinya sendiri di sekolah. Karena siswa SMA tersebut masih bersekolah pada hari Jumat, ia harus waspada.

“Di sini selain SMK, MTs (SMP) dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) yang masuk MI pada hari Jumat juga datang untuk mengambil seragamnya,” ujarnya, Minggu, 12 Mei 2024.

Baca juga:

Sopir mengungkap detik-detik bus rombongan siswa SMK Depok terbalik di Ciateri

Keputusannya untuk tidak bergabung dengan grup tersebut ternyata menjadi pembelajaran tersendiri. Pada saat keberangkatannya, banyak guru yang menanyakan pertanyaan kepadanya.

“Kalau guru tanya kenapa tidak datang, padahal saya bawa baju, kalau ada saya duduk di samping Pak Yogi (guru yang dikabarkan meninggal) di belakang supir,” ujarnya.

Tri mengaku kaget saat mengetahui rombongan mengalami kecelakaan di Ciateri. Ia mengaku tadi malam belum mengetahui detail seputar kronologi kejadian tersebut.

“Saya dapat kabar dari berita. Jadi jam 2 saya mau berangkat dari sana jam 5 (siang), nanti jam 10 (malam) saya datang ke YKS, saya pulang dulu, ” dia berkata.

Begitu mendengar kabar itu, Tri langsung berangkat ke sekolah. Dia melihat banyak orang tua berkumpul di sekolah tadi malam. Orang tua Tri pun langsung bertanya, namun ia mengaku belum mengetahui kronologi kejadian tersebut.

“Saya bilang tidak tahu, saya cek dulu, pas saya lihat di ponselnya, ternyata banyak yang telpon, ternyata ada kecelakaan, saya tidak tahu namanya, Jangan berani ngomong banyak, takutnya itu juga salahku,” ujarnya.

Sebuah bus wisata mengalami kecelakaan maut di Ciater Subang

Sebuah bus wisata mengalami kecelakaan maut di Ciater Subang

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada 99 siswa XII yang mengikuti pesta perpisahan tersebut. kelas. Ditambah 15 hingga 20 guru yang juga tergabung dalam kelompok.

“Seluruh kelas

Sisi lain

Tri mengaku kaget saat mengetahui rombongan mengalami kecelakaan di Ciateri. Ia mengaku tadi malam belum mengetahui detail seputar kronologi kejadian tersebut.

Sisi lain



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *